Arsip Blog
Kamis, 26 Juni 2008
Rabu, 25 Juni 2008

Sang Cinta Berkata
Lalu berkatalah Diriku, katakanlah pada Chie perihal Cinta.
Tengadahkan kepalaku dan memandang pada Chie, dalam keheningan menguasai diriku. dengan suara lantang Aku berkata untuk Chie :
Pabila cinta memberi isyarat kepada Chie, ikutilah cinta itu,
Walau jalanya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnya memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi diantara ujung-ujung sayapnya yang sewaktu waktu bisa melukaimu.
Dan kalau dia berbicara padamu percayalah padanya.
Walaupun suaranya bias membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara yang mengobrak-abrik taman Firdaus.
Karena sebagaimana cinta akan memahkotai Chie, demikian pula Cinta kan mengikatmu. Sebagaimana Aku ada untuk selalu ada disisi Chie, demikian pula Chie selalu ada disisiku selamanya.
Sebagaimana Cinta mendaki ke puncakmu dan membelai mesra rambut Chie nan paling lembut bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula Cinta akan menghujam keakarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkraman Cinta kepada diriku.
Cinta merebah Chie hingga Chie mengerti.
Cinta akan menyinari Chie demi membebaskan Chie dari kekelaman yang selalu menyelimutiChie.
Cinta kan membawa Chie Kedalam kebahagiaan
kemudian Cinta mengangkat Chie ke api sucinya, sehingga Chie bias menjadi kesempurnaan untuk sebuah ungkapan dalam keluguan serta kerelatifan akan Cinta itu sendiri.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bias kau pahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman Cinta menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun apabila dalam ketakutanChie kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.
Maka lebih baik bagimu kalau kaututupi ketelanjanganChie dan menyulam anyaman lantai penembahan Cinta . Memasuki dunia tanpa musim tempat kau dapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawa Chie, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmata Chie ***
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tidak memiliki, pun tiada ingin dimiliki;
Karena cinta telah cukup bagi Cinta.
Pabila Chie mencintai Chie takkan berkata, “Agie ada di dalam hati Chie,” tapi sebaliknya, “Chie berada di dalam hati Agie.”
Arahkanlah jalanya Cinta itu menurut apa yang menjadi hati baik Chie sebab apabila Cinta menilaimu, Chie teringat akan kebohongan – kebohongan orang yang selama ini dekat dengan Chie . Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.
Namun apabila kau kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:
Meluluhkan diri dan mengalir bagikan kali, yang menyanyikan melodinya bagi sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tentang Cinta
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari baru penuh cahaya kasih;
Istilah di kala siang dan merenungkan kegembiraan Cinta yang meluap-luap yang hadir takala kekelaman sedang menyelimuti Chie.
Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hati Chie dan sebuah gita puji pada bibirmu. Percayalah akan penyesalan Cinta berilah kesempatan tuk diriku membalas semua yang telah Agie lakukan pada Chie.
Maafkanlah penyesalan Cinta ini, janganlah Chie lupakan Kesalahan dan kebohongan yang Agie lakukan di saat lalu karna semua itu kan membuat Chie yakin akan penyesalan Cinta ini . Keluguan Chie takan pernah dilupakan bagi setiap orang yang dekat dengan Chie,semua itu terlihat dari pancaran sinar wajahmu yang diingat setiap Qolbu.
Meskipun Qalbu selalu bolak balik ,tapi kan selalu tersinari oleh pancaran sinar
wajah Chie yang penuh ketulusan dan keikhlasan yang tersimpan dalam hati dan sikap
Cinta dan kasih sayang Chie.
Puisi ini diangkat dari :
karya Kahlil Ghibran dan disusun ulang berdasarkan
apa yang ada dalam penyesalan Cinta,dan sang penulis yang
ingin menebus dosa dosanya kepada sang Cinta.
karya Kahlil Ghibran dan disusun ulang berdasarkan
apa yang ada dalam penyesalan Cinta,dan sang penulis yang
ingin menebus dosa dosanya kepada sang Cinta.
BAHAYA NARKOBA
Narkoba singkatan dari narkotika dan obat terlarang. Beberapa kalangan menyebutnya dengan istilah Narkotik, zat adiktif dan obat – obat terlarang (NAZA). Narkotik merupakan zat atau obat yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan atau kecanduan, sedangkan obat terlarang yang biasa disebut dengan Psikotropika adalah obat - obatan yang mempunyai efek utama terhadap aktifitas mental, perilaku, dan digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik (Penyakit Jiwa). Sebagian besar pemakai biasanya orang yang menderita depresi, stres berat dan sebagainya, sedangkan dikalangan remaja para pengguna narkoba biasanya remaja – remaja yang secara psikologis gagal melewati fase perkembangannya dengan baik.
Kebanyakan dari mereka adalah remaja yang tak mampu mengenali dirinya sendiri, tak mampu mengenali emosinya sendiri, rendah diri, kurang tekun, cepat merasa bosan. Terkadang narkoba dijadikan symbol keperkasaan atau kemoderenan yang disebabkan oleh penghayatan kehidupan agama yang sangat kurang.
Tidak semua yang baru mencoba narkotika dapat menjadi ketergantungan. Ada beberapa tahap yang dilalui yaitu pertama pemakai yang bertujuan hanya untuk bersenang senang saja. Peningkatan selanjutnya pemakai yang menggunakan narkotika pada saat – saat tertentu misalnya pada saat stres, depresi, sedih. Tingkat terakhir adalah tingkat ketergantungan dimana susunan syaraf pemakai selalu ingin manghadirkan narkotika agar memperoleh kenikmatan. Pada tingkat ketergantungan ini apabila konsumsi narkotika dihentikan akan timbul gejala fisik maupun fsikis seperti otot kaku, nyeri sendi, diare, mual, muntah, berdebar – debar, berkeringat, merinding, demam, tidak bisa tidur. Pikirannya pada saat itu hanya mendambakan narkotika, perasaan menjadi gelisah, cemas, lekas marah, tidak nyaman. Lebih parah lagi si pemakai menggunakan narkotika dengan dosis tinggi atau akrab disebut dengan over dosis yang dapat menyebabkan kematian.
Oleh karena itu masalah ini harus mendapat perhatian bersama. Dengan terlewatinya masa kanak – kanak dan masa remaja secara baik diharapkan akan dengan mudah menolak narkoba dan mengerti apa yang baik bagi kehidupannya.
Langganan:
Postingan (Atom)


